Postingan

PROFIL LINGKUNGAN ST BRIGITA JETIS

Gambar
Demografi Lingkungan Santa Brigita Jetis yang berada di wilayah barat, merupakan lingkungan dari paroki nandan yang berada di perbatasan dengan paroki Kemetiran Jogja. Dengan Jumlah umat 71 orang.   Dengan wilayah yang tidak begitu luas, dan jarak rumah antar umat yang begitu dekat, menjadikan lingkungan St. Brigita Jetis mudah berkomunikasi. 1. Sejarah Nama St Brigita dipilih menjadi Santa pelindung lingkungan Jetis dengan alasan kehidupan Santa Brigita yang penderma (sejarah St Brigita) 2. Pengurus Lingkungan Masa Bakti 2014 – 2017 Ketua   : V. Sumadiyono Sekretaris : Ig. Sarjiman Bendahara : Yoanita Titik Cahyaningrum Sie Liturgi : A. Puji Santosa Sie Iuran : Sujiono Sie Sosial : Maria Markimah Pro Diakon : A. Puji Santosa 3. Data Umat Jumlah KK : 24 Jumlah umat : 71 Terdiri dari : Balita : 1 bayi PIA : 5 anak PIR : 8 remaja OMK : 19 mudika PIOD : 25 orang PIUD : 1 orang PIUL : 12 orang 3. Kegiatan Lingkungan Lingkungan St Brigita Jetis memiliki ke

PROFIL LINGKUNGAN SANTO IGNATIUS ROGOYUDAN

Gambar
1. SEJARAH 1) Sejarah Terbentuknya Lingkungan Rogoyudan Bermula pada tahun 1994 , Stasi Nandan membagi wilayahnya menjadi 5 wilayah. Salah satu wilayahnya adalah Wilayah Selatan dengan santo pelindungnya adalah Santo Mateus, Wilayah Selatan terdiri dari beberapa lingkungan. Salah satunya adalah Lingkungan Rogoyudan . Saat itu, ketua lingkungan ( Bp. Hendrikus Heru Sukarno ) , pengurus dan umat lingkungan ( 25 KK ), menyepakati menggunakan santo pelindung Lingkungan Rogoyudan adalah Santo Ignatius De Loyola. Yang saat ini lebih dikenal sebagai Lingkungan Santo Ignatius Rogoyudan. Alasanannya dikarenakan saat itu banyak umat dilingkungan Rogoyudan menggunakan nama baptis santo Ignatius De Loyola. Pemberian nama pelindung lingkungan memberi warna rohani atau spiritual atas umat lingkungan Rogoyudan. Umat setempat mengenal baik atas tokoh gereja yang menjadi pelindung lingkungannya karena hal itu menjadi dasar umat lingkungan untuk membangun spiritualitas. Daftar ketua lingkun

PROFIL LINGKUNGAN SANTO AGUSTINUS MESAN

Gambar
1. Sejarah Sejarah terbentuknya Lingkungan Santo Agustinus Mesan : Bermula pada tahun 2000, Paroki Administratif Santo Alfonsus de Legouri Nandan membagi wilayahnya menjadi lima bagian, dan salah satu wilayahnya adalah wilayah Selatan, dengan mengambil nama pelindung Santo Mateus. Wilayah selatan dibagi menjadi beberapa lingkungan, diantaranya Lingkungan Santo Agustinus Mesan. Latar belakang pemberian Nama Pelindung dengan memilih Santo Agustinus adalah: Pada awal terbentuknya lingkungan ada seorang umat yang bernama Agustinus Dwijo Yuwono. Beliau bekarja pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Disamping kesibukannya dalam pekerjaan dan keluarga, beliau sangat peduli kepada umat di lingkungan mesan. Pengabdiannya ke lingkungan Mesan tak kenal lelah, beliau menjadi umat yang disegani oleh umat di lingkungannya. Pengabdiannya terhadap lingkungan memberi warna rohani atau spiritualitas yang tinggi. Beliau juga menjadi Panitia Pembangunan Gereja Sa

PROFIL LINGKUNGAN SANTO IGNATIUS DE LOYOLA NGLEMPONGSARI

Gambar
Lingkungan Santo Ignatius de Loyola Nglempongsari merupakan salah satu lingkungan di wilayah Santo Yosef (Utara) Paroki Santo Alfonsus Nandan. Lingkungan Santo Ignatius de Loyola Nglempongsari berbatasan dengan Lingkungan St. Anna Jongkang Baru di sebelah selatan dan Lingkungan Christophorus Bendo di sebelah barat. Data bulan Juni 2014 menunjukkan bahwa umat lingkungan Santo Ignatius de Loyola sebanyak 58 KK dengan jumlah umat sekitar 180 orang yang tersebar di beberapa desa yakni Nglempongsari, Tegal Krapyak, Nglempong Lor, Krikilan, sebagian Panggungsari, dan sebagian Sumberan. Keterlibatan dan kesediaan umat menjadi pengurus lingkungan menopang roda paguyuban umat lingkungan St Ignatius de Loyola. Selain pengurus, seluruh umat lingkungan juga terlibat aktif dalam kegiatan di lingkungan. Pengurus lingkungan St. Ignatius de Loyola periode 2014-2017 adalah sebagai berikut: Ketua : J. Sukiman Sekretaris : Thomas Dono Indriyanto Bendahara : Al. Matius Tri Purwantono Prabowo Koo

PROFIL LINGKUNGAN ST CHRISTOPHORUS BENDASARI

Gambar
Lingkungan St Christophorus, Bendasari merupakan Lingkungan termuda di wilayah Utara/ Wilayah St Yosep. Dimana lingkungan ini merupakan pemekaran dari Lingkungan St Antonius Padua, Tegal Waras yang diresmikan oleh Gereja pada tanggal 4 Agustus 2013. Lingkungan ini terdiri dari 3 Blok yaitu Blok Bendasari, Blok Mudal dan Blok Panggungsari. Alasan memilih St Christophorus sebagai nama pelindung : Seperti Christophorus, umat ingin mengabdi pada yang kuat. Umat ingin melayani sosok yang paling kuat dan berkuasa di dunia ini, yaitu Kristus dan dalam tindakan konkrit. Umat diharapkan dapat menghayati dan meneladani semangat Santo Christophorus dengan saling menguatkan dan membantu satu sama lain. A. VISI DAN MISI VISI : Menjadi lingkungan yang dapat memberikan teladan tentang ajaran cinta kasih dan semangat melayani sesama umat baik gereja, masyarakat tanpa membedakan golongan. MISI : Mendukung dan melaksanakan kegiatan gereja yang bersifat liturgis maupun non liturgis sesuai

PROFIL LINGKUNGAN SANTA MARIA KUTU TEGAL

Gambar
Lingkungan Santa Maria adalah komunitas umat Katolik  yang berdiri sejak tahun 1987 berdasarkan kesepakatan pengurus lingkungan menjadikan Santa Maria menjadi nama Pelindung Lingkungan yang disampaikan kepada umat dalam suatu kegiatan pertemuan lingkungan untuk meminta persetuajuan dari umat. Dalam petemuan iman tersebut mayoritas umat menyetujui, Santa Maria menjadi Santa Pelindung Lingkungan. Pesta Nama Lingkungan Santa Maria adalah tanggal 8 September bertepatan dengan Pesta kelahiran Santa Perawan Maria. A. Letak Geografis Lingkungan Santa Maria merupakan salah satu lingkungan di Wilayah Santo Fansiskus Xaverius Barat, Paroki Santo Alfonsus de Liguori Nandan., Keuskupan Agung Semarang. Lingkungan Santa Maria adalah komunitas umat Katolik di dusun Kutu Tegal, Kutu Asem dan Patran Tegal. Batas Wilayah terdiri dari : Sebelah Barat : berbasatan dengan lingkungan St. Petrus Patran Sebelah Utara  : berbatasan dengan lingkungan St. Petrus Kanisius Mranggen Sebelah Timur :